aku lihat raga itu terdiam, ditelan bumi,.
lantas jiwa itu terbang, dengan sayap yang tersusun membentang
dari doa sanak saudara dan buah hati tercinta.
mengikis dosa. memberatkan timbangan.
lantas nusia beriring rapih palingkan muka,. tinggalkan mereka,.
malaikat pun mulai bekerja,. menghitung, seperti firman Tuhan,.
dari sebesar biji zarah, hingga bola mentari,
hanya sang jiwa, raqib dan atid disana,.
sayap membentang, setelah doa datang.
lantas dia terbang, setelah maaf datang.
akhirnya melayang, menjemput nirwana,.
karena kitab bilang, timbangan di kanan seharga surga,.
bersanding dengan sang pemilik semesta.
ketika kacamata tak hanya tersimpan rapih dalam wacana, dan mengubah pena serta kertas sebagai tombaknya.
Sabtu, 17 April 2010
Sabtu, 03 April 2010
menulis dunia
pada satu ketika, saat usiaku belum menunjuk pada kepala dua, dikenalkan aku pada sang pendiri tempo. goenawan muhammad. membacanya berkali-kali, hanya untuk mengenal seperti apa dia menulis, karena tulisannya masyhur dan terkenal sejak zaman orde lama silam hingga saat ini terpampang di sudut halaman belakang majalah mingguan yang dia dirikan, tempo. cerdas dan menunjukkan, dia memang bukan sembarang orang, pekat sekali ilmu dari pemahamannya tentang dunia, dan tertuang dengan sedikit sulit dipahami oleh awam sepertiku, tapi menarik.
satu saat aku bermain juga ke toko buku, membaca beberapa buku-buku fiksi, dan kudikenalkan pada pramoedya ananta toer. menggambarkan tragedi-demi tragedi dalam sajian fiksi, dengan latar belakang sejarah yang kental dan satire. yang tetap berdiri, walau jutaan kata yang telah disusunnya dibakar layaknya sampah oleh para pihak yang “takut” dengannya.
di satu masa, aku membaca tentang cerita andy f. noya, yang menceritakan tentang perjalanannya. bukan tentang perjalanannya yang penting, tapi bagaimana penceritaan yang dia gambarkan, begitu ekspresif merasuk jiwa. kupikir, ini satu bentuk penceritaan inspiratif, yang bercerita tentang suatu keadaan, dengan melibatkan emosi didalamnya,.
pada saat aku kecil, aku dikenalkan pada Alqur’an,. aku hanya membacanya. itu firman Allah, begitu kata guru ngajiku. aku belum paham saat itu. lantas, seiring dengan waktu, dibalik ilmu duniawi, aku belajar tentang agama, apa itu yang dimaksud dengan firman Allah dalam Al’quran dengan nilai lebihnya. hingga akhirnya aku sedikit menyimpulkan, apa itu, bahasa indah. dan Alquran menunjukkannya padaku, yang kubaca sejak aku belum pun berangka sepuluh, hingga saat ini.
setelah semua itu, setidaknya aku punya kiblat,.dan selanjutnya, cerita apa yang akan kugambarkan dengan indah, cerdas penuh makna, sarat dengan keadaan empiris dan pekat dengan emosi yang bisa kutuliskan. dan yang terpenting, bermanfaat untuk semua, baik segi wawasan dan emosional.
semoga setelah ini. -_-
Senin, 01 Maret 2010
dari satu kelam yang selimuti awan. ia tak kenan hadirkan bulan untuk terangi malam. aku larut dalam dingin, yang izinkan kabut temani malam dibalik hangat perapian. aku cinta saat hening ini. saat sepi pikir gelayuti dan saksikan ramainya dunia. seertinya kita hanya butuh gunakan mata pisau yang telah diasah. terlalu banyak pohon yang perlu ditebas, buka jalur hingga pelangi datang sambut senja tinggalkan siang. dimana bidadari turun ke bumi. berdiri di samping raga ini. mengisi nirwana hati. dan walau kau masih disini, aku tetap rindu hening ini.
Diklat Medan Operasi
Gn. Kareumbi
06_02_10
Muhammad Salman A.
G1E050023
Diklat Medan Operasi
Gn. Kareumbi
06_02_10
Muhammad Salman A.
G1E050023
jangan kita seperti mereka
pada satu petang,. setelah beberapa kali sebelumnya tak sempat ku menjawab. saudara tak sedarahku menghubungi. dibalik kerinduannya menghadapi medan latihan bersama, berbagi cerita tentang medan operasi, laboratorium latihan yang tak henti2nya kita doakan untuk tak dikunjungi. bercerita tentang para keparat baru, yang lahir dari doa dan usaha. hingga akhirnya berdiri lima belas punggawa dengan label SAR Unpad tertanam didadanya.
kepadanya pada saat tertentu masih sempat kukabari tentang medan operasi yang kupikir masih bisa ditempuh bersama. kutanya kesibukannya. dia pun menjawab jam kerja menawannya. dan hanya ada satu masa dari satu pekan dia bergerilya mencari segenggam permata. kupikir inilah balasannya, membayar yang sebelumnya, karena pada masa mahasiswanya, latihanlah hobinya. hingga akhirnya berkumpul pun tak bisa, saking padatnya.
setelah mendengar ceritanya, pandanganku, ternyata kapitalisme pun sukses merenggut kebebasannya. kusampaikan pandanganku itu, dan kami pun tertawa bersama di dalam hubungan selular tersebut. tertawa satire. menertawakan tentang kebebasan yang terenggut, yang seharusnya tak layak untuk ditertawakan. demi materi yang harus dicapai pada titik kulminasi tertentu, mereka memecut buruh2 termasuk saudaraku disana. menyita waktu dan waktu liburnya, mengambil paksa hobinya, dan juga mencuri masa ketika kita harusnya bersua untuk tukar cerita. ah, gila juga. mungkin setelah pintu akhir ini berhasil kurobohkan, masuk juga aku ke jurang ini.
aku ingat, dalam cengkrama kala masih dalam label keparat, dia bercerita tentang cita2nya, untuk menjadi kaya. alasannya hanya karena hobi kita adalah mahal. dan kaya adalah salah satu alternatif kuat agar tetap bisa berhobi dan bertugas hingga tutup usia. tetapi setelah kaya, jangan kita seperti mereka, saudara.
karena selama kapitalisme terus berkarya, siapapun pekerjanya,. berapapun usianya,. apapun jenis kelaminnya, yang penting adalah materi yang dihasilkannya,.jika tak ada,. selamat bernestapa,.
dan setelah kaya, jangan kita seperti mereka, saudara.
dan kita memang mesti menjadi kaya. baik materi dan jiwa. agar suatu saat kita bisa bertempur bersama. di medan latihan yang kita rindukan, atau medan operasi sebenarnya yang tak pernah kita harapkan.
tetapi setelah kaya, jangan kita seperti mereka, saudara.
perempuan
Perempuan tetaplah perempuan.
Perempuan dengan keliling raungan para pejantan.
Perempuan akan tetap berjiwa perempuan.
Permaisuri untuk pangerannya.
Ibu untuk anaknya.
Istri untuk suaminya.
Perempuan yang berdialektik dengan perasaan.
Butuh perlindungan.
Butuh sandaran.
Perempuan akan tetap perempuan.
Mencintai dan dicintai laki-laki.
Dan dia hanyalah perempuan,
yang begitu adanya.
Perempuan dengan keliling raungan para pejantan.
Perempuan akan tetap berjiwa perempuan.
Permaisuri untuk pangerannya.
Ibu untuk anaknya.
Istri untuk suaminya.
Perempuan yang berdialektik dengan perasaan.
Butuh perlindungan.
Butuh sandaran.
Perempuan akan tetap perempuan.
Mencintai dan dicintai laki-laki.
Dan dia hanyalah perempuan,
yang begitu adanya.
Jumat, 26 Februari 2010
tentang cinta
sedikit aku membaca tulisan seorang teman. perempuan. sepertinya hobi menulis. atau mungkin jalan hidup.
dari sekian banyak cerita, aku sedikit menghitung, memperkirakan, ternyata ada yang sama. perempuan pun suka cinta. terjebak oleh perasaan dan tersenyum akan keberadaannya. atau menangis karena ditinggalkannya. ah, aku saja yang menganggap perempuan seperti itu. kamu pun tidak. tak lama, terbersit untuk menulis. karena aku ingat sebuah sajak taufiq el-Haqiem kurang lebih begini isinya,
Aku ingin mencintaimu,
karena cinta membuatku terpesona,
namun telingaku yang bodoh ini
tidak mampu menangkap suara hatinya,
seketika itu, ia genggam busur emas
dan menantangku untuk bertarung
lalu kukenakan baju besi,
kemudian bangkit seperti "Achilles"
bertarung melawan cinta,
dia lepaskan anak panah ke jantungku,
aku berkelit dan panah melesat ke angkasa,
dia nyalakan api dalam diri
dan bergerak seperti kilat
menerjang dan membakar segala
hingga jiwaku pun menjadi abu,
jasad pun terkapar diatas tanah,
aku kalah dan menyerah,
wahai! orang yang melindungi diri dengan perisai,
senjata apakah yang mampu melawan cinta,
jika pertarungan hanya dalam jiwa,.
(taufiq el-haqiem ; burung pipit dari timur.)
dari sekian banyak cerita, aku sedikit menghitung, memperkirakan, ternyata ada yang sama. perempuan pun suka cinta. terjebak oleh perasaan dan tersenyum akan keberadaannya. atau menangis karena ditinggalkannya. ah, aku saja yang menganggap perempuan seperti itu. kamu pun tidak. tak lama, terbersit untuk menulis. karena aku ingat sebuah sajak taufiq el-Haqiem kurang lebih begini isinya,
Aku ingin mencintaimu,
karena cinta membuatku terpesona,
namun telingaku yang bodoh ini
tidak mampu menangkap suara hatinya,
seketika itu, ia genggam busur emas
dan menantangku untuk bertarung
lalu kukenakan baju besi,
kemudian bangkit seperti "Achilles"
bertarung melawan cinta,
dia lepaskan anak panah ke jantungku,
aku berkelit dan panah melesat ke angkasa,
dia nyalakan api dalam diri
dan bergerak seperti kilat
menerjang dan membakar segala
hingga jiwaku pun menjadi abu,
jasad pun terkapar diatas tanah,
aku kalah dan menyerah,
wahai! orang yang melindungi diri dengan perisai,
senjata apakah yang mampu melawan cinta,
jika pertarungan hanya dalam jiwa,.
(taufiq el-haqiem ; burung pipit dari timur.)
Rabu, 24 Februari 2010
kosong
sebuah kata yang menunjukan sebuah ruang tanpa isi. Sebuah kejadian singkat dalam perjalanan pulang Cikondang menuju Jatinangor, kata kosong terucap berulangkali oleh kernet angkutan elf jurusan bandung pangalengan. Kosong menurut kernet tersebut adalah belum penuh bangku yang tersedia, atau masih ada celah untuk penumpang menaruh badan didalam mobil.
teringat saat masa SD dahulu, kosong adalah angka pertama sebelum angka satu. dimana angka nol tergantikan posisinya oleh kata kosong. Dan ibu guru meluruskan kalimat yang mencantumkan kata kosong diantara kata-kata angka.
kata kosong saat ini masih menggantikan posisi nol pada segelintir orang.
kosong adalah salah satu lagu dewa tentang hampa, situasi ketika otak tak bisa berpikir dan perasaan bekerja dengan giat sekali meracuni otak..kosong adalah ruang dengan tanpa isi.
Langganan:
Postingan (Atom)


